Halaman

Senin, 04 Juli 2011

UNHAS Crew




Mahasiswa KKN Reguler Unhas gel.80 berfoto bersama Bapak H.M Imran Arief.

Mengabadikan moment bersama pohon-pohon Strawberry

Bonto Marannu Crew di Perkebunan Apel dan Strawberry

Perkebunan Apel & Strawberry

Kunjungan ke perkebunan apel dan strawberry adalah salah satu agenda penting tuk hari ini. Kesempatan yang menyenangkan dan tak ingin dilewatkan Mahasiswa KKN Reguler UNHAS yang bertempat di Kecamatan Ulu Ere, Bantaeng. Rumah jabatan Pak Desa Bonto Marannu menjadi tempat berkumpul dan menunggu rombongan Bupati Bantaeng.

Piipp..piipp.. suara klakson mobil Bupati Bantaeng, Bapak Nurdin Abdullah yang menyetir mobilnya sendiri sambil melempar senyum ke orang-orang yang berada di teras rumah Pak Desa Bonto Marannu, Bapak Kasman Upa. Spontan Pak Camat Ulu Ere, Bapak M. Amin Basi dan Pak Desa Bonto Marannu bergegas beranjak kemobil untuk mengikuti rombongan bapak bupati. Saya dan teman-teman KKN lainnya tidak mau ketinggalan, kami diajak oleh Kepala Dinas Kehutanan, Bapak Ir. Muhammad Hero dan Kepala Dinas PMD, Ibu Meyriani untuk ikut dimobilnya.

Senang, penasaran dan tak sabar lagi melihat perkebunan Apel & Strawberry adalah hal yang bergejolak di sepanjang jalan yang lumayan jauh dan berliku. Di butuhkan waktu sekitar 30 menit untuk menempuh jarak perjalanan dari rumah Pak Desa Bonto Marannu ke perkebunan Apel & Strawberry. Kepala yang sempat tak bersahabat karena berlikunya perjalanan akhirnya hilang ketika mata melempar pandangan ke setiap sisi lahan perkebunan.

Salah satu area perkebunan yang ditanami buah dan sayur-sayuraan.


Subhanallah... keindahan perkebunan yang saat ini menjadi potensi yang di kembangakan Kabupaten Bantaeng dapat terlihat jelas oleh ku dan beberapa teman-teman yang langsung mendokumentasikan dirinya dengan keindahan yang tidak terlihat di daerah perkotaan. Tempat kami berpijak berada di puncak pegunungan, mata ini tak henti-hentinya menelusuri deretan pepohonan, bunga-bunga dan beranekaragam tanaman perkebunan petani yang bak perhiasan pemberi warna dalam selimut kabut pegunungan yang tebal.



Area perkebunan Strawberry yang menjadi daya tarik pengunjung.

Pak Bupati dan rombongan kemudian beranjak dari tenda penyambutan menuju ke perkebunan untuk melihat apel, strawberry dan tanaman-tanaman lainnya dengan lebih dekat. Perjalan ke area perkebunan cukup jauh dan hanya bisa dilalui dengan sepeda motor dan berjalan kaki. Sesampainya di lokasi, rombongan kemudian berhamburan ke area yang menjadi tempat penanaman buah dan sayur-sayuran. Sebenarnya minggu ini belum saatnya untuk memanen, namun karena tak tahan melihat merahnya apel dan strawberry yang ada di depan mata, banyak yang bandel dengan sengaja menyenggol bahkan langsung memetik buahnya.

Dikelilingi oleh hamparan buah, sayur-sayuran, pemandangan yang indah membuat kami betah berlama-lama dan tak ingin beranjak, rasanya sedang tak berada di Kabupaten Banteng, karena suasananya persis di puncak Bogor, Jawa Barat. Sungguh potensi daerah yang patut di kembangkan dan menjadi percontohan daerah-daerah lain yang memiliki suhu yang sama dengan daerah Ulu Ere' Bantaeng.

Area perkebunan yang ditanami buah apel, daun bawang dan juga wortel.

Perkebunan strawberry telah dikembangkan semenjak tahun 2008, bibitnya berasal dari Cuwedei, Bandung, Jawa Barat. Saat ini terdapat 100 ribu pohon strawberry, 50 ribu berasal dari bantuan pemerintah daerah dan 50 ribu lainnya berasal dari petani sendiri. Secara keseluruhan dari area perkebunan terdapat 5 kapling, 1 kapling terisi oleh 1000 sampe 2000 poly bag yang berisi pohon strawberry. Sementara untuk apel baru dikembangkan di awal tahun 2009 dengan penanaman awal 40 ribu pohon apel dan dilanjutkan di bulan mei dan juni sebanyak 60 ribu pohon apel. Kemudian di awal tahun 2010 pemerintah daerah Bantaeng melakukan penanaman lagi sebanyak 20 ribu pohon apel. (sumber : Kepala Bidang Holtikultura Bapak Suaib)

Desa Bonto Marannu (loka), Desa Bontong Lojong, Kampung Montea, Paring-paring, Bale Benih dan Buakang Palea adalah wilayah-wilayah di Bantaeng yang menjadi area penanaman buah apel strawberry dan beranekaragam jenis sayuran. Untuk kedepannya perkebunan apel dan strawberry akan mengarah pada komersialisasi, namun untuk area Bale Benih dikhususkan sebagai tempat kunjungan dan juga menjadi tempat pembibitan ( produksi benih ). (sumber : Kepala Bidang Holtikultura Bapak Suaib)
Di atas mobil Pick up bersama masyarakat Desa Bonto Marannu

Aseek berfoto tapi tak berani menikmati dinginnya Ere Merasa.hehe

Bersama Pak Desa Bonto Marannu beristirahat sambil makan gorengan

Kunjungan pertama saya di Ere Merasa namun belum berminat untuk menikmati dinginnya.

We Are Bonto Marannu Crew

We Are Bonto Marannu Crew

Seminar Desa Bonto Marannu

Jam sudah menunjuk pukul 20:00 WITA, peralatan masak dan makan segera dibereskan kemudian kami Mahasiswa KKN Reguler Unhas gel.80 Kabupaten Bantaeng, Kecamatan Ulu Ere, Desa Bonto Marannu bergegas menganti pakaian yang lebih rapi. Beberapa warga telah terlihat di kantor Kepala Desa Bonto Marannu yang akan menjadi tempat seminar Desa Bonto Marannu, letaknya berada di samping rumah jabatan Pak Desa. Sesampainya di kantor kepala desa, kami mengambil tempat di depan, tempat dimana sorotan mata masyarakat tertuju kepada kami.

" Assalamu alaikum. wr.wb " salamku untuk membuka acara seminar desa. Deretan acara kemudian saya paparkan hingga sampai ke acara inti yakni pembacaan Program Kerja (Proker) Desa Bonto Marannu oleh koordinator Desa, sdra Didit. Terdapat empat Proker yang merupakan hasil perumusan selama tiga hari kami di Desa Bonto Marannu. Secara keseluruhan perbaikan infrastruktur adalah hal yang paling di proritaskan untuk perkembangan Desa Bonto Marannu.

Suasana Seminar Desa Bonto Marannu di Kantor Kepala Desa.
Forum diskusi kemudian dibuka untuk membahas 4 proker dan juga tambahan proker dari masyarakat. Selama berlangsungnya forum diskusi terdapat sedikit perdebatan namun dapat terselesaikan dengan baik tepat pukul 22:10 WITA. Dari 4 proker yang ditawarkan kemudian bertambah menjadi 21 proker berdasar dari permintaan masyarakat Desa Bonto Marannu. Menyusun langkah selanjutnya dan bersiap-siap untuk seminar kecamatan adalah hal yang terpikir seusai seminar desa.

Ere Merasa

Kolam Renang Ere Merasa.
Jumat (1/7), Pak Desa (Pak de) Kasman sibuk mondar mandir ke dapur untuk memanggil kami agar ikut dengan rombongan pak dusun ke tempat permandian terkenal di Bantaeng, Ere Merasa. Masakan yang sementara dimasak terpaksa harus ditinggalkan karena tak enak dengan panggilan berulang-ulang dari Pak De, " ayo mi..". Dengan pakaian seadanya, kami ikut dengan rombongan yang menggunakan 2 mobil Pick Up.

Ikut merasa kegembiraan orang-orang Bonto Marannu selama satu jam perjalanan menuju Ere Merasa, tawa canda dan bahasa yang kurang saya mengerti menemani kami diatas mobil pick up. Yaa ..lumayan pusing dan lelah, setibanya di Ere Merasa kami mesti menuruni 99 tangga untuk sampai ke tempat permandian. Ere Merasa terdiri dari dua kolam renang, 1 kolam renang besar dan 1 kolam lainnya untuk anak-anak. Suhu air yang dingin semakin menarik perhatian pengunjung untuk berenang.

Di pinggiran kolam renang terdapat rumah-rumah peristirahatan dan penjual gorengan. Pengunjung yang telah menikmati dinginnya air permandian Ere Merasa dapat langsung beristirahat menikmati bekal yang dibawa ataupun membeli jajanan dari para penjual. Tempat wisata yang menyenangkan dan tidak terlalu menguras kantong, untuk orang dewasa cukup membayar Rp 2.500 dan anak-anak Rp 1.000. Ere Merasa menjadi alternatif tempat wisata untuk orang-orang bantaeng dan dari luar daerah bantaeng.



Sabtu, 02 Juli 2011

Pasar Bonto Marannu

Pasar Bonto Marannu  hanya terbuka 2 kali seminggu, yakni hari Senin dan Kamis.

Beautiful Village

Pemandangan indah nampak dari jalan poros Desa Bonto Marannu
Jalan Poros Desa Bonto Marannu yang kebersihannya selalu terjaga.
Rumah Dinas Kepala Desa Bonto Marannu yang sekaligus menjadi Pos Kecamatan Mahasiswa KKN Kecamatan Ulu Ere'.
Kantor Kepala Desa Bonto Marannu, Kecamatan Ule Ere, Kabupaten Bantaeng.